|
Keinginan Access Indonesia Project Sebuah informasi awal tentang
Indonesia sangat diperlukan dalam mengetahui keinginan terhadap
informasi. Dengan penduduk berjumlah lebih dari 228 juta, Indonesia
merupakan negara terbesar keempat di dunia setelah China, India dan
Amerika Serikat (Tabel 1). Indonesia merupakan negara muslim
terbesar di dunia, hampir 88 persen dari jumlah penduduk adalah
beragama Islam. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar
di permukaan bumi, hampir 17.500 pulau, sekitar sepertiga dari
jumlah pulau itu telah dihuni. Indonesia terletak di lokasi yang
strategis sepanjang garis laut dari Samudera India sampai Samudera
Pasifik. Indonesia memiliki berbagai macam ragam suku dan budaya,
lebih dari 300 suku. Indonesia memiliki sumber alam yang melimpah
ruah (seperti gas alam, karet, timah, dan emas) dan memiliki tenaga
kerja yang berproduktivitas tinggi. Indonesia juga merupakan sebuah
negara yang secara politik dan bisnis memegang peran penting di
kawasan Asia tenggara (sebagaimana akan dijelaskan dalam bagian
berikutnya).
Tabel
1. Peringkat
Negara Berdasarkan Jumlah Penduduk, 2001
|
Rank |
Country |
Population |
|
1 |
China |
1,273,111,290 |
|
2 |
India |
1,029,991,145 |
|
3 |
United
States |
278,058,881 |
|
4 |
Indonesia |
228,437,870 |
|
5 |
Brazil |
174,468,575 |
|
6 |
Russia |
145,470,197 |
|
7 |
Pakistan |
144,616,639 |
|
8 |
Bangladesh |
131,269,860 |
|
9 |
Japan |
126,771,662 |
|
10 |
Nigeria |
126,635,626 |
Sumber: US Census Bureau,
International Data Base (http://www.census.gov)
Kendatipun
Indonesia menjadi negara yang banyak memiliki keistimewaan
tersendiri dan negara yang memegang peran penting di Asia Tenggara,
namun pengetahuan tentang negara ini di Amerika Serikat sangat
terbatas. Mengacu pada masyarakat Amerika-Indonesia – sebuah
organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk memperluas pengetahuan
tentang Indonesia dan pentingnya hubungan kerja sama antara Amerika
Serikat dan Indonesia – Indonesia merupakan negara yang paling
kurang banyak dikenal di kalangan masyarakat Amerika Serikat.
Laporan lainnya yang berjudul “Asia in the Schools: Preparing
Young Americans for Today’s Interconnected World” yang dibuat
oleh Komisi Nasional Asia (disponsori oleh The Asia Society –
sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan dan
yang berdedikasi untuk menumbuhkembangkan pemahaman tentang Asia dan
memperluas komunikasi antara masyarakat Amerika dan masyarakat Asia
dan Pasifik”), juga memperlihatkan adanya kesenjangan yang besar dan
luas antara pentingnya negara Asia termasuk Indonesia dan tidak
seimbangnya pengetahuan di kalangan masyarakat Amerika dalam
memahami negara ini.
Lebih
lanjut, saat ini hanya ada sedikit sumber informasi yang tersedia
tentang Indonesia, walaupun beberapa universitas memiliki studi
kajian dan program bahasa sebagai bagian dari konsentrasi di Asia
Tenggara. Saat ini terdapat delapan National Resource Centers (NRCs)
yang memfokuskan diri pada kajian Asia Tenggara, yang juga dibiayai
oleh DOEs Foreign Language and Area Studies Fellowships (FLAS).
Kedelapan National Resource Center tersebut meliputi:
-
CornellUniversity’s
Southeast Asia Program; Northern
-
Illinois
University’s Center for Southeast Asian Studies
-
Ohio Uiversity’
Center for Southeast Asian Studies
-
University of
California’s (Los Angeles) Center for Southeast asian Studies
-
University of
California’s (Berkeley) Center for Southeast Asian Studies
-
University of
Hawaii’s Center for Southeast Asian Studies
-
University of
Michigan’s Center for Southeast Asian Studies
-
University of
Washington’s Center for Southeast Asian Studies
Beberapa NRC di atas menawarkan
pelatihan bahasa Indonesia serta program pertukaran lainnya yang
bermanfaat. Di samping NRC tersebut, ada pula beberapa lembaga
lainnya yang memiliki pusat kajian tentang Asia dan Pasifik (seperti
Yale University, Arizona State University, University of Oregon)
yang juga mempunyai area kajian yang berhubungan dengan Indonesia.
Kendatipun demikian, cakupan
informasi tentang Indonesia dari berbagai pusat kajian di atas
adalah bersifat insidental dari cakupan studi tentang Asia Tenggara.
Selain itu juga, program tersebut berorientasi kepada pelajar yang
sedang menekuni ilmu di universitas dimaksud. Pusat-pusat kajian itu
hanya sedikit mengkaji informasi dari diseminasi yang luas di antara
para pengguna yang telah diidentifikasi dalam bagian sebelumnya yang
hanya mendasarkan pada kebutuhan informasi dari negara dimaksud. Ada
dua NRC yang menyediakan informasi tentang Indonesia secara online.
Pertama, Pusat Kajian Asia Tenggara di Cornell University
yang menyediakan informasi secara online yang dinamakan
Classroom Indonesia dengan orientasi pada pendidikan K-12 dan
menyediakan pula informasi singkat tentang Indonesia termasuk
sejarah, budaya dan kondisi geografis. Kedua, Pusat Kajian Asia
Tenggara di Hawaii University. Pusat kajian ini memberi nama “Exploring
Indonesia” bagi penyediaan informasi secara online. Pusat
ini juga berorientasi kepada kalangan sekolah menengah dan
menyediakan informasi singkat tentang sejarah dan budaya Indonesia.
Sampai saat ini belum ada pusat kajian lainnya yang menyediakan
informasi yang komprehensif secara online termasuk untuk
keperluan mengakses dokumen secara lengkap (full text) serta
informasi lainnya (seperti peta dan kuantitatif data) tentang
Indonesia.
Sementara itu, hanya sedikit
informasi yang tersedia di website komersial lainnya.
Website komersial hanya menyediakan informasi Indonesia terkini
tentang suasana politik, ekonomi, wisata dan berita tentang olahraga.
Masyarakat Amerika Serikat-Indonesia menyediakan ringkasan informasi
terhadap suasana politik terkini dan iklim bisnis di Indonesia serta
sekilas informasi tentang Indonesia. Di kalangan organisasi nirlaba
(seperti Asia Foundation, The Heritage Foundation) yang
beraktivitas pada Asia Tenggara hanya sedikit menyediakan informasi
tentang Indonesia dan sifatnya pun hanya insidental.
Guna mengatasi terbatasnya
pengetahuan tentang Indonesia dan terbatasnya sumber-sumber
informasi, saat ini terdapat keinginan untuk menyediakan informasi
yang komprehensif dan bersifat multidisiplin untuk mendapatkan
pemahaman yang mendalam tentang Indonesia.
Makna
Access Indonesia Project
Access Indonesia Project
merupakan tuntutan nasional yang sangat
mendesak semenjak Indonesia menjadi sebuah negara yang memiliki arti
penting bagi Amerika Serikat dan Asia Tenggara. Pertama, Indonesia
merupakan negara muslim terbesar di dunia yang mampu memberikan
pemahaman kepada kalangan masyarakat Amerika Serikat tentang budaya
dan masyarakat muslim. Pemahaman tentang budaya muslim ini menjadi
hal yang penting setelah tragedi 11 September 2001. Di lain pihak,
negara muslim lainnya tidak sepenuhnya memiliki kemampuan dalam
memahami kebijakan Amerika Serikat. Misalnya, adanya luapan protes
terhadap perang Amerika Serikat-Afganistan yang dilakukan kalangan
muslim Indonesia. Pemahaman tentang ajaran keagamaan adalah hal yang
signifikan bagi para perumus kebijakan dalam mengambil keputusan
sehingga lebih efektif dan mengurangi berbagai macam keraguan.
Kedua, Indonesia merupakan
negara terbesar di Asia Tenggara yang sedang
mengalami masa transisi menuju negara demikrasi terbesar ketiga.
Amerika Serikat mempunyai kepentingan strategis dalam mendorong
terbentuknya institusi yang demokratis dan harus terlaksana dalam
masa transisi tersebut. United States Security Strategy for the
East Asia-Pacific Region 1998 sebagai laporan dari Departemen
Pertahanan Amerika Serikat menyadari bahwa dukungan bagi pertumbuhan
kelembagaan yang demokratis dan situasi yang sedang terjadi di Asia
akan masih menjadi kepentingan utama bagi Amerika Serikat. Memang
demikian adanya, U.S. Agency for International Development (USAID)
telah memberikan sejumlah asistensi dalam memfasilitasi proses
demokratisasi di Indonesia. USAID yang saat ini memberikan asistensi
teknis untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan
perubahan tata ekonomi juga mendukung bagi proses demokratisasi dan
pengembangan masyarakat madani (civil society) melalui
lembaga-lembaga non pemerintah. School of Policy, Planning, and
Development, USC dan CURDS, ITB telah pula terlibat dalam
proyek kerja sama yang dibiayai oleh USAID dalam pembentukan
kapasitas dari fungsi pemerintahan dalam era desentralisasi melalui
Proyek CBDI sebagaimana dijelaskan pada bagian awal.
Ketiga, Indonesia adalah salah
satu negara yang memiliki kemampuan mitra kerja perdagangan yang
kuat di Asia Tenggara dengan kondisi ekonomi yang dinamis. Investasi
Amerika Serikat di Indonesia adalah investasi terbesar keempat di
Asia, selain investasi Amerika Serikat di Jepang, Singapura, dan
Hong Kong (Grafik 1). Menurut data pada Departemen Perdagangan
Amerika Serikat, Indonesia merupakan satu negara dari 10 negara
dengan pertumbuhan pangsa pasar terbesar. Terdapat dua kamar dagang
yang memfokuskan diri untuk mempromosikan perdagangan Amerika
Serikat-Indonesia. Dua kamar dagang tersebut yaitu American
Indonesian Chamber of Commerce yang memiliki 135 anggota, dan
The American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia)
yang memiliki lebih dari 600 anggota dan mewakili lebih dari 350
perusahaan.

Grafik
1. Investasi Amerika Serikat di Negara-negara
Asia, 2000 (dalam juta US Dollar)
Sumber: Bureau of Economic
Analysis (September 2001), Survey of Current Business.
Keempat, Indonesia memiliki
peranan yang penting dalam hal keamanan dan stabilitas di Asia
Tenggara. Indonesia merupakan negara terbesar dan negara terpenting
di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan
mempunyai peranan yang signifikan dalam membentuk konsensus untuk
stabilitas regional dan perdamaian. Misalnya, Indonesia telah
mengambil peran utama dalam membantu proses pemulihan kembali
demokrasi di Kamboja; Indonesia telah pula sebagai perantara dalam
proses pemisahan diri muslim di Filipina Selatan. Indonesia kemudian
menjadi negara yang penting dalam proses negoisasi dan memelihara
perdamaian di kawasannya.
Pada konteks arti pentingnya
Indonesia bagi Amerika Serikat di atas, maka Access Indonesia
Project mendapatkan hal yang signifikan bagi mencari pemahaman
yang komprehensif dan interdisiplin. Proyek ini akan berkontribusi
bagi pengembangan pengetahuan ekonomi, politik, sejarah, budaya, dan
geografi Indonesia. Ruang lingkup proyek yang interdisiplin menjadi
nilai lebih yang berguna bagi kalangan luas sementara tetap
menampilkan informasi dan pemahaman yang mendalam. |